Konservasi Arsitektur, Villa Isola di Bandung

Villa Isola, Bandung adalah bangunan villa yang terletak di kawasan pinggiran utara Kota Bandung. Berlokasi pada tanah tinggi, di sisi kiri jalan menuju Lembang (Jln. Setiabudhi).  Villa Isola adalah salah satu bangunan yang dibangun pada tahun 1932 bergaya Arsitektur Art Deco yang banyak dijumpai di Bandung, yang merupakan salah satu dari karya arsitek terkenal dari Belanda C.P Schoemaker.
Sejarah
Di awal tahun 30 an seluruh dunia mengalami krisis global, termasuk indonesia yang pada saat itu perekonomian indonesia di bawah kendali belanda. tapi krisis tersebut tidak berpengaruh bagi seseorang yang bernama : DOMINIQUE WILLEM BERRETY ((20 Nov 1890 – hindia belanda) yang merupakan keturunan campuran jawa-itali.
saat Berretty masih muda dia pernah bekerja di surat kabar java bode, sampai akhirnya pada tahun 1907 mendirikan usaha jasa telegraf yang konon katanya merupakan perusahaan jasa telegraf pertama di Indonesia. Karir Berretty makin menanjak pada saat dia mendirikan agen pers ANETA (Algemeen Nieuws en Telegraaf Agentschap) di Batavia. Dengan karir ini Berretty mampu memonopoli pengadaan barang tentang Hindia Belanda.
Kesukesean berretty menjadikannya seseorang yang kaya raya dan selebriti pada masa itu, namun banyak sekali orang tidak senang dengan kesuksesan dan ketenararannya. Setelah berretty kaya raya, dia mulai mambangun VILLA ISOLA dengan biaya yang sangat fantastik yaitu : 500.000 gulden ( sekitar 250 Milyar rupiah).
Dari jaman dahulu sampai sekarang Bandung terkenal dengan udaranya yang sangat sejuk, terlebih daerah Bandung utara atau Lembang sekitarnya, dari situlah Berretty memilih tempat yang tepat untuk membangun sebuah vila.
Gambar Villa Isola, Bandung
VILLA ISOLA dibangun di atas tanah seluas ± 1 hektar yang mencakup: bangunan, taman, kolam, dan kebun anggur, tepat nya di Jl. Setia Budi No.229 atau Lembang Wegh (orang belanda biasa menyebutnya).
VILLA ISOLA di desain oleh seorang arsitek ternama pada masa itu, yaitu : C.P WOLF SCHOEMAKER, gedung ini di bangun dengan waktu yang sangat singkat Oktober 1932 sampai Maret 1933.
Schoemaker dikenal sebagai Arsitek ART DECO yang mahir menyelaraskan arsitektur eropa dengan lingkungan tropis dan keahliannya dalam memadukan elemen dekoratif kuno dengan arsitektur modern, sehingga dia dikenal sebagai arsitek terbaik pada masa itu.
Villa Isola selesai dibangun 1933, namun tragis bagi pemiliknya, pada 20 Desember 1934, Pesawat Uiver (pesawat milik KLM, yang menjadi simbol kebanggaan Belanda karena berhasil memenangkan perlombaan udara London – Melbourne pada Oktober 1934) yang mengangkut 350 kg surat, 4 orang awak dan 3 penumpang, termasuk Berrety, jatuh di Siria, perbatasan Irak dalam penerbangan reguler dari Amsterdam menuju Batavia. Penyebab kecelakaan menurut versi resmi pemerintah Belanda adalah, mesin pesawat lumpuh akibat diterjang kilat yang menewaskan semua awak dan penumpangnya, namun pesawat masih bisa terbang tanpa pilot dan jatuh kemudian terbakar di Siria, perbatasan Irak.
Setelah Beretty meninggal, Villa ini dibeli oleh Savoy Homann untuk menjadi bagian dari hotel tersebut. Pada masa kemerdekaan, bangunan ini menjadi markas tentara Jepang dan pernah menjadi markas tentara pejuang kemerdekaan. Pada tanggal 20 Oktober 1954, gedung ini diserahkan oleh Perdana Menteri Ali Sastroamidjodjo kepada Menteri Pendidikan Muhammad Yamin sebagai gedung utama Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG), dan peristiwa ini menandai berdirinya PTPG. PTPG kemudian berangsur-angsur berkembang dan berubah menjadi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dari Universitas Padjadjaran (1958), kemudian menjadi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bandung (IKIP Bandung, 1963) sampai akhirnya sekarang menjadi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI, 1999).Pada masa pendudukan Jepang, Gedung ini sempat digunakan sebagai kediaman sementara Jenderal Hitoshi Imamura saat menjelang Perjanjian Kalijati dengan Pemerintah terakhir Hindia Belanda di Kalijati, Subang, Maret 1942.
Tentara Indonesia kemudian berhasil merebut Vila Isola. Semenjak itulah nama Vila Isola berubah menjadi Bumi Siliwangi yang mengandung arti rumah pribumi. Saat itu keadaan Vila Isola atau Bumi Siliwangi berupa puing-puing bangunan yang telah hancur di beberapa bagian.

Pada tahun 1954 Vila Isola pun dibeli pemerintah Indonesia seharga Rp 1.500.000. Vila Isola atau Bumi Siliwangi itu pun kemudian dijadikan gedung Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG). PTPG ini merupakan cikal bakal dari IKIP atau UPI Bandung saat ini.

Semenjak tahun 1954 Vila Isola menjadi kantor rektorat dan juga ruang kelas sekaligus. Tahun 1963 PTPG pun berubah menjadi IKIP Bandung. Sampai saat ini Rektor, Pembantu Rektor dan Sekretariat Universitas masih menempati Vila Isola.

Arsitektur Bangunan

 

Gedung ini berarsitektur modern dengan memasukkan konsep tradisional dengan filsafat arsitektur Jawa bersumbu kosmik utara-selatan seperti halnya Gedung Utama ITB dan Gedung Sate. Orientasi kosmik ini diperkuat dengan taman memanjang di depan gedung ini yang tegak lurus dengan sumbu melintang bangunan kearang Gunung Tangkuban Perahu. Bangunan berlantai tiga, dengan lantai terbawah lebih rendah dari permukaan jalan raya, disebabkan karena topografinya tidak rata. Ranah sekeliling luas terbuka, dibuat taman yang berteras-teras melengkung mengikuti permukaan tanahnya. Sudut bangunan melengkung-lengkung membentuk seperempat lingkaran. Secara keseluruhan bangunan dan taman bagaikan air bergelombang yang timbul karena benda jatuh dari atasnya, sehingga gedung ini merupakan penyesuaian arsitektural antara bangunan terhadap lingkungan.

 

Gbr Tampak Atas Villa Isola

Gbr Belakang Villa Isola

Peletakkan Massa

Dalam meletakkan massa Villa Isola, Schoemaker menggunakan sumbu imajiner utara-selatan dengan arah utara menghadap Gunung Tangkuban Perahu dan arah selatan menghadap Kota Bandung. Penggunaan sumbu utara-selatan dengan berorientasi pada sesuatu yang sakral (gunung atau laut) merupakan orientasi kosmis masyarakat di Pulau Jawa. Hal yang sama diterapkan dalam pengolahan tapak Technische Hoogheschool te Bandoeng (Institut Teknologi Bandung/ITB) yang berorientasi pada Gunung Tangkuban Perahu dan Kota Yogyakarta pada Gunung Merapi.
Villa Isola terletak di antara dua taman yang memiliki ketinggian berbeda. Taman di bagian selatan lebih rendah daripada taman di bagian utara. Taman di utara didesain dengan menghadirkan nuansa Eropa di dalamnya. Hal ini diperkuat dengan kolam berbentuk persegi dengan patung marmer di tengahnya. Pada taman ini terdapat jalur yang merupakan as yang membagi taman menjadi dua bagian simetris. Mendekati bagian utara bangunan, akan terlihat tangga berbentuk setengah lingkaran yang titik pusatnya berada pada bangunan.
Hal serupa juga diterapkan pada taman bagian selatan. Pengolahan bentuk anak tangga setengah lingkaran berpusat pada bangunan Villa Isola. Kedua taman yang memiliki perbedaan ketinggian dihubungkan dengan dua tangga melingkar pada sisi barat dan timur bangunan. Pengolahan taman dengan menggunakan bentuk melingkar yang berpusat pada bangunan yang juga memiliki bentuk melingkar, menjadikan bangunan menyatu dengan lahan di sekitarnya.

Gbr Peletakkan Massa

Gbr Taman Villa Isola

                                                                      Gbr Taman Villa Isola

 

Fasad dan Interior

Fasad bangunan Villa Isola diperkaya dengan garis-garis lengkung horizontal. Hal ini merupakan ciri arsitektur Timur yang banyak terdapat pada candi di Jawa dan India. Pada saat-saat tertentu, garis dan bidang memberi efek bayangan dramatis pada bangunan.
Seperti kebanyakan karya Schoemaker, Villa Isola memiliki bentuk simetris. Suatu bentuk berkesan formal dan berwibawa. Pintu utama terdapat pada bagian tengah bangunan, menghadap ke utara. Pintu ini dilindungi sebuah kanopi berupa dak beton berbentuk melengkung yang ditopang satu tiang pada ujungnya.
Bangunan berlantai tiga, dengan lantai terbawah lebih rendah dari permukaan jalan raya, disebabkan karena topografinya tidak rata. Ranah sekeliling luas terbuka, dibuat taman yang berteras-teras melengkung mengikuti permukaan tanahnya. Sudut bangunan melengkung-lengkung membentuk seperempat lingkaran. Secara keseluruhan bangunan dan taman bagaikan air bergelombang yang timbul karena benda jatuh dari atasnya, sehingga gedung ini merupakan penyesuaian arsitektural antara bangunan terhadap lingkungan.
Bagian villa yang menghadap utara dan selatan digunakan untuk ruang tidur, ruang keluarga, dan ruang makan; masing-masing dilengkapi jendela dan pintu berkaca lebar, sehingga penghuni dapat menikmati pemandangan indah di sekitarnya. Pemandangan indah ini juga dapat diamati dari teras yang memanfaatkan atap datar dari beton bertulang di atas lantai tiga.
Pada taman belakang terdapat kolam dengan pergola untuk bungadan dilengkapi dengan lapangan tenis. Di depan sebelah utara jauh terpisah dari bangunan utama ditempatkan unit pelayanan terdiri dari garasi untuk beberapa mobil, rumah sopir, pelayan, gudang dan lain-lain.
Pintu gerbang masuk ke komplek villa ini terbuat dari batu yang dikombinasikan dengan besi membentuk bidang horisontal dan vertikal. Setelah melalui gapura dan jalan aspal yang cukup lebar, terdapat pintu masuk utama yang dilindungi dari panas dan hujan dengan portal datar dari beton bertulang. Mengikuti lengkungan-lengkungan pada dinding, denah portal juga melengkung berupa bagian dari lingkaran pada sisi kanannya. Ujung perpotongan kedua lengkungan disangga oleh kolom tunggal yang mirip dengan bagian rumah Toraja ( tongkonan ). Setelah melalui pintu utama terdapatvestibulae sebagaimana rumah-rumah di Eropa umumnya.
Ruang penerima ini terdapat di balik pintu masuk utama selain berfungsi untuk tempat mantel, payung tongkat dan lain lain juga sebagai ruang peralihan antara ruang luar dengan ruang di dalam. Dari vestibula ke kiri dan ke kanan terdapat tangga yang melingkar mengikuti bentuk gedung secara keseluruhan. Tangga ini terus-menerus sampai ke atap.
Ruang-ruang seperti diekspresikan pada wajah gedung bagian utara (depan) maupun selatan (belakang) juga simetris. Ruang-ruang yang terletak di sudut, dindingnya berbentuk 1/4 lingkaran. Lantai paling bawah digunakan untuk rekreasi, bermain anak-anak dilengkapi dengan mini bar langsung menghadap ke teras taman belakang. Selain itu pada bagian ini, terdapat juga ruang untuk kantor, dapur, kamar mandi dan toilet.
Di atasnya adalah lantai satu yang langsung dicapai dari pintu masuk utama. Pada lantai ini, di belakang vestibule terdapat hall cukup besar, permukaannya sedikit lebih rendah, karena itu dibuat tangga menurun. Kemudian setelah tangga langsung ke salon atau ruang keluarga yang sangat luas. Antara hall dan salon dipisahkan oleh pintu dorong sehingga bila diperlukan, kedua ruangan ini dapat dijadikan satu ruang yang cukup luas. Jendela pada ruangan ini juga mengikuti dinding yang berbentuk lingkaran sehingga dapat leluasa memandang kota Bandung. Ruang makan terletak di sebelah kiri (barat) salon. Di sebelah kanan (timur) ruang makan terdapat ruang kerja lengkap dengan perpustakaan dan ruang ketik di belakangannya (utara). Semua ruang berjendela lebar kecuali untuk menikmati pemandangan luar, juga sebagai ventilasi dan saluran sinar matahari. Pembukaan jendela, pintu yang lebar merupakan penerapan konsepsi tradisional yang menyatu dengan alam.
Semua ruang tidur ditempatkan pada lantai dua berjejer dan berhadapan satu dengan lainnya yang masing masing dihubungkan dengan gang di tengah. Pembagian ruang tidur dilakukan secara simetris. Di sebelah selatan terdapat ruang tidur utama, tengah utara untuk ruang keluarga dan di sebelah barat dan timur terdapat lagi kamar tidur. Masing-masing kamar mempunyai teras atau balkon. Kamar tidur utama sangat luas dengan ruang pakaian dan toilet di kiri kanannya. Antara ruang tidur utama dan teras terdapat pintu dorong selebar dinding sehingga apabila dibuka teras menyatu dengan kamar tidur, menghadap ke arah kota Bandung. Untuk melindungi teras dan ruang tidur dari air hujan, dibuat tritisan dari kaca disangga dengan rangka baja.
Bentuk ruang keluarga identik dengan ruang tidur utama, dengan latar belakang ke arah utara, sehingga Gunung Tangkuban Parahu menjadi vistanya. Di atas ruang-rung tidur terdapat lantai tiga yang terdiri atas sebuah ruang cukup luas untuk pertemuan atau pesta, kamar tidur untuk tamu, sebuah bar, dan kamar mandi serta toilet tersendiri. Sama dengan ruang lainnya. ruang ini memiliki teras, jendela dan pintu dorong lebar.
Di atas lantai tiga berupa atap datar yang digunakan untuk teras. Semua perabotan dan kaca tritisan diimpor dari Paris, Perancis.
Bangunan ini ada tendensi horisontal dan vertikal yang ada pada arsitektur India yang banyak berpengaruh pada candi-candi di Jawa. Dikatakannya dalam arsitektur candi maupun bangunan tradisional, keindahan ornamen berupa garis garis molding akan lebih terlihat dengan adanya efek bayangan matahari yang merupakan kecerdikan arsitek masa lampau dalam mengeksploitasi sinar matahari tropis.
Schoemaker banyak memadukan falsafah arsitektur tradisional dengan modern dalam bangunan ini. Secara konsisten, ia menerapkannya mulai dari kesatuan dengan lingkungan, orientasi kosmik utara selatan, bentuk dan pemanfaatan sinar matahari untuk mendapat efek bayangan yang memperindah bangunan.
Seperti pintu masuk utara, pintu masuk selatan berhadapan langsung dengan taman. Pengolahan lahan, taman, dan elemen-elemennya turut mendukung keunikan Villa Isola terutama dari segi bentuk. Semuanya itu menyuarakan satu bentuk: bundar!

 

 

                                                      Gbr 1 dan 2 Pintu Masuk Villa Isola

Gbr Tangga Villa Isola

Gbr Kantor Beretty

Gbr Ruang Makan

Gbr Ruang Keluarga

 

 

 

 Tahap Pemugaran

 

Pada tahun 1954 Villa Isola pun dibeli pemerintah Indonesia seharga Rp 1.500.000. Villa Isola atau Bumi Siliwangi itu pun kemudian dijadikan gedung Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG). PTPG ini merupakan cikal bakal dari IKIP atau UPI Bandung saat ini.
Semenjak tahun 1954 Villa Isola menjadi kantor rektorat dan juga ruang kelas sekaligus. Tahun 1963 PTPG pun berubah menjadi IKIP Bandung. Sampai saat ini Rektor, Pembantu Rektor dan Sekretariat Universitas masih menempati Villa Isola.
Kini pihak UPI sedang melakukan pembangunan revitalisasi “Isola Heritage” yang dimulai sejak tahun 2009 yang direncanakan selesai pada tahun 2011. Isola Heritage akan mencakup dan memakan lahan 2 ha. Biaya yang dikeluarkan untuk proyek ini pun tidak tanggung-tanggung yaitu berkisar antara 4-5 miliar rupiah. Kawasan Isola Heritage ini memiliki konsep eduturisme karena menggabungkan hutan kota sekaligus sebagai areal penelitian. Didukung dengan botanical garden, diharapkan Isola Heritage pun dapat berfungsi sebagai paru-paru kota. Proses revitalisasi Gedung Isola diantaranya dengan pemugaran taman dan kolam serta penambahan monumen pendidikan dan gedung informasi di sekitarnya. Isola Heritage akan jadi kawasan cagar budaya yang dapat dinikmati seluruh kalangan sebagai bagian dari wisata pendidikan.  Karena ini merupakan public area, siapa pun boleh datang ke sini tidak terbatas untuk internal UPI saja.
Sumber :
wikipedia.org
google.com
djawatempodoeloe.multiply.com

Pengertian Konservasi Arsitektur

Konservasi adalah pelestarian atau perlindungan. Secara harfiah, konservasi berasal dari bahasa Inggris, (Inggris)Conservation yang artinya pelestarian atau perlindungan. Sedangkan menurut ilmu lingkungan, Konservasi adalah
  • Upaya efisiensi dari penggunaan energi, produksi, transmisi, atau distribusi yang berakibat pada pengurangan konsumsi energi di lain pihak menyediakan jasa yang sama tingkatannya.
  • Upaya perlindungan dan pengelolaan yang hati-hati terhadap lingkungan dan sumber daya alam
  • (fisik) Pengelolaan terhadap kuantitas tertentu yang stabil sepanjang reaksi kiamia atau transformasi fisik.
  • Upaya suaka dan perlindungan jangka panjang terhadap lingkungan
  • Suatu keyakinan bahwa habitat alami dari suatu wilayah dapat dikelola, sementara keaneka-ragaman genetik dari spesies dapat berlangsung dengan mempertahankan lingkungan alaminya.
          Di Indonesia, berdasarkan peraturan perundang-undangan, Konservasi sumber daya alam hayati adalah pengelolaan sumber daya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya. Cagar alam dan suaka margasatwa merupakan Kawasan Suaka Alam (KSA), sementara taman nasional, taman hutan raya, dan taman wisata alam merupakan Kawasan Pelestarian Alam (KPA).
          Cagar alam karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tunbuhan, satwa, atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami. Suaka margasatwa mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dan atau keunikan jenis satwanya.
          Taman nasional mempunyai ekosistem asli yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi. Taman hutan raya untuk tujuan koleksi tumbuhan dan satwa yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, budaya, pariwisata dan rekreasi. Taman wisata alam dimanfaatkan untuk pariwisata dan rekreasi alam.
Konservasi Arsitektur
 Konservasi arsitektur adalah penyelamatan suatu obyek/bangunan sebagai bentuk apreasiasi pada perjalanan sejarah suatu bangsa, pendidikan dan pembangunan wawasan intelektual bangsa antar generasi.
          Dalam Burra Charter konsep konservasi adalah semua kegiatan pelestarian sesuai dengan kesepakatan yang telah dirumuskan dalam piagam tersebut. Konservasi adalah konsep proses pengelolaan suatu tempat atau ruang atau obyek agar makna kultural yang terkandung didalamnya terpelihara dengan baik. Pengertian ini sebenarnya perlu diperluas lebih spesifik yaitu pemeliharaan morfologi (bentuk fisik) dan fungsinya. Kegiatan konservasi meliputi seluruh kegiatan pemeliharaan sesuai dengan kondisi dan situasi lokal maupun upaya pengembangan untuk pemanfaatan lebih lanjut. Bila dikaitkan dengan kawasan maka konservasi kawasan atau sub bagian kota mencakup suatu upaya pencegahan adanya aktivitas perubahan sosial atau pemanfaatan yang tidak sesuai dan bukan secara fisik saja.
Sasaran Konservasi
  • Mengembalikan wajah dari obyek pelestarian.
  • Memanfaatkan obyek pelestarian untuk menunjang kehidupan masa kini.
  • Mengarahkan perkembangan masa kini yang diselaraskan dengan perencanaan masa lalu, tercermin dalam obyek pelestarian.
  • Menampilkan sejarah pertumbuhan lingkungan kota, dalam wujud fisik tiga dimensi Lingkup Kegiatan.

Ruang Lingkup Konservasi :

Kategori obyek konservasi :

  • Lingkungan Alami (Natural Area)
  • Kota dan Desa (Town and Village)
  • Garis Cakrawala dan Koridor pandang (Skylines and View Corridor)
  •  Kawasan (Districts)
  •  Wajah Jalan (Street-scapes)
  • Bangunan (Buildings)
  • Benda dan Penggalan (Object and Fragments)

Manfaat Konservasi :

  • Memperkaya pengalaman visual
  • Memberi suasana permanen yang menyegarkan
  • Memberi kemanan psikologis
  •  Mewariskan arsitektur
  • Asset komersial dalam kegiatan wisata internasional

Peran Arsitek Dalam Konservasi :

Internal :

  • Meningkatkan kesadaran di kalangan arsitek untuk mencintai dan mau memelihara warisan budaya berupa kawasan dan bangunan bersejarah atau bernilai arsitektural tinggi.
  • Meningkatkan kemampuan serta penguasaan teknis terhadap jenis-jenis tindakan pemugaran kawasan atau bangunan, terutama teknik adaptive reuse
  • Melakukan penelitian serta dokumentasi atas kawasan atau bangunan yang perlu dilestarikan.

Eksternal :

  • Memberi masukan kepada Pemda mengenai kawasan-kawasan atau bangunan yang perlu dilestarikan dari segi arsitektur.
  • Membantu Pemda dalam menyusun Rencana Tata Ruang untuk keperluan pengembangan kawasan yang dilindungi (Urban Design Guidelines)
  • Membantu Pemda dalam menentukan fungsi atau penggunaan baru bangunan-bangunan bersejarah atau bernilai arsitektural tinggi yang fungsinya sudah tidak sesuai lagi (misalnya bekas pabrik atau gudang) serta mengusulkan bentuk konservasi arsitekturalnya.
  • Memberikan contoh-contoh keberhasilan proyek pemugaran yang dapat menumbuhkan keyakinan pengembang bahwa dengan mempertahankan identitas kawasan/bangunan bersejarah, pengembangan akan lebih memberikan daya tarik yang pada gilirannya akan lebih mendatangkan keuntungan finansial.

Sumber :

KRITIK TERHADAP BANGUNAN DENGAN KONSEP GREEN BUILDING DENGAN METODE TYPCAL

A.  METODE KRITIK TYPCAL

Kritik Tipikal/Kritik Tipical (Typical Criticism) adalah sebuah metode kritik yang termasuk pada kritik Kritik Normatif (Normative Criticism). Kritik Tipikal yaitu metode kritik dengan membandingkan obyek yang dianalisis dengan bangunan sejenis lainnya, dalam hal ini bangunan publik.

Studi tipe bangunan saat ini telah menjadi pusat perhatian teoritikus dan sejarawan arsitektur karena desain menjadi lebih mudah dengan mendasakannya pada type yang telah standard, bukan pada innovative originals (keaslian inovasi).

Studi tipe bangunan lebih didasarkan pada kualitas, fungsi (utility) dan ekonomi lingkungan arsitektur yang telah terstandarisasi dan terangkum dalam satu typologi.

B.  GREEN BUILDING

Green building adalah ruang untuk hidup dan kerja yang sehat dan nyaman sekaligus merupakan bangunan yang hemat energi dari sudut perancangan, pembangunan, dan penggunaan yang dampak terhadap lingkungannya sangat minim.

green-building1

Masyarakat memahami green building yang dijelaskan dalam Bulan Mutu Nasional dan Hari Standar Dunia (2008), sebagai bangunan yang:

  1. Terintegrasi dengan alam
  2. Memperhatikan ekosistem lokal dengan perencanaan jangka panjang
  3. Produk dari tindakan manusia dengan mempertimbangkan kualitas lingkungan baik fisik maupun sosial

Green building dirancang secara keseluruhan untuk mengurangi dampak lingkungan pada kesehatan manusia yaitu dengan:

  1.  Efisien menggunakan energi, air, dan sumber daya lainnya
  2. Melindungi kesehatan karyawan dan meningkatkan produktivitas kerja
  3. Mengurangi limbah, polusi dan degradasi lingkungan

C. KONSEP GREEN BUILDING

Untuk mengurangi penggunaan energi operasi, penggunaan jendela yang se-efisiensi mungkin dan insulasi pada dinding, plafon atau tempat masuknya aliran udara ke dalam bangunan gedung. Strategi lain desain bangunan surya pasif, sering dilaksanakan di rumah-rumah rendah energi. Penempatan jendela yang efektif (pencahayaan) dapat memberikan cahaya lebih alami dan mengurangi kebutuhan penerangan listrik di siang hari. Adapun manfaat apabila kita menerapkan konsep GreenBuilding adalah :

  • Bangunan lebih awet dan tahan lama, dengan perawatan minimal
  • Efisiensi energi menyebabkan pengeluaran uang lebih efektif
  • Bangunan lebih nyaman untuk ditinggali
  • Mendapatkan kehidupan yang sehat
  • Ikut berperan serta dalam kepedulian terhadap lingkungan Efisiensi energy pada bangunan Green Building merupakan salah satu bentuk respon masyarakat dunia akan perubahan iklim.

Praktek Bangunan Hijau ini mempromosikan bahwa perbaikan perilaku (dan teknologi) terhadap bangunan tempat aktivitas hidupnya dapat menyumbang banyak untuk mengatasi pemanasan global. Bangunan/gedung adalah penghasil terbesar (lebih dari 30%) emisi global karbon dioksida, salah satu penyebab utama pemanasan global. Saat ini Amerika, Eropa, Kanada dan Jepang mengkontribusi sebagian besar emisi gas rumah kaca, namun situasi akan berubah secara dramatis di masa depan. Pertumbuhan penduduk di Cina, India, Asia Tenggara, Brazil dan Rusia menyebabkan emisi CO2 bertambah dengan cepat. Pembangunan di Indonesia meningkatkan kontribusi CO2 secara signifikan. Hal ini akan memperburuk kondisi lingkungan Indonesia pun kondisi lingkungan global. wacana GBC Indonesia menyelenggarakan kegiatan Sertifikasi Bangunan Hijau di Indonesia berdasarkan perangkat penilaian khas Indonesia yang disebut GREENSHIP GREEN BUILDING COUNCIL INDONESIA.

D. GEDUNG KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

berita20120606143959-1

Gedung Kementerian PU adalah bangunan yang menggunakan konsep Green Building di Indonesia. Gedung Kementerian PU terletak di Jl. Pattimura no. 20, Kebayoran Baru Jakarta. Penerapan aspek Green Building dari segi design bangunan lain :

1.        Bentuk dan Orientasi Bagunan

Gedung Menteri Kementerian Pekerjaan Umum memiliki bentuk massa bangunan yang tipis, baik secara vertikal maupun horizontal. Sisi tipis di puncak gedung didesain agar mampu menjadi shading bagi sisi bangunan dibawahnya sehingga dapat membuat bagian tersebut menjadi lebih sejuk. Pada desain gedung ini memiliki area opening yang lebih banyak di sisi timur. hal ini dikarenakan cahaya pada sore hari (matahari barat) lebih bersifat panas dan menyilaukan.

2.        Shading & Reflektor

Shading light shelf bermanfaat mengurangi panas yang masuk ke dalam gedung namun tetap memasukan cahaya dengan efisien. Dengan light shelf, cahaya yang masuk kedalam bangunan dipantulkan ke ceilin. Panjang shading pada sisi luar light shelf ditentukan sehingga sinar matahari tidak menyilaukan aktifitas manusia di dalamnya. Cahaya yang masuk dan dipantulkan ke ceiling tidak akan menyilaukan namun tetap mampu memberikan cahaya yang cukup.

3.        Sistem Penerangan

Sistem penerangan dalam bangunan menggunakan intelegent lighting system yang dikendalikan oleh main control panel sehingga nyala lampu dimatikan secara otomatis oleh motion sensor & lux sensor. Dengan begitu, penghematan energy dari penerangan ruang akan mudah dilakukan.

4.        Water Recycling System

Water Recycling System berfungsi untuk mengolah air kotor dan air bekas sehingga dapat digunakan kembali untuk keperluan flushing toilet ataupun sistem penyiraman tanaman. Dengan sistem ini, penggunaan air bersih dapat dihemat dan menjadi salah satu aspek penting untuk menunjang konsep green building.

SUMBER :

https://www.academia.edu/12268759/Kritik_arsitektur_-_analisis_bangunan_publik

http://e-journal.uajy.ac.id/3077/3/2TS12331.pdf

(www.indonesian.cri.cn, Januari 2009).

http://en.wikipedia.org/wiki/Green_building,

http://penataanruang.pu.go.id/

http://reselected.blogspot.co.id/2011/09/konsep-green-building-pada-proyek.html

Kritik Arsitektur Tentang (kritik terhadap building dengan metode deskriptif dan interpretatif)

KRITIK DESKRIPTIF
A. DEFINISI KRITIK DESKRIPTIF
Menurut Hidayat syah penelitian deskriptif adalah metode penelitian yang digunakan untuk menemukan pengetahuan yang sekuas-luasnya terhadap objek penelitian pada suatu masa tertentu.  Sedangkan menurut Punaji Setyosari ia menjelaskan bahwa penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk  menjelaskan atau mendeskripsikan suatu keadaan, peristiwa, objek apakah orang, atau segala sesuatu yang terkait dengan variabel-variebel yang bisa dijelaskan baik dengan angka-angka maupun kata-kata.  Hal senada juga dikemukakan oleh Best bahwa penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya.
Sukmadinata (2006:72) menjelaskan  Penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena alamiah maupun fenomena buatan manusia. Fenomena itu bisa berupa bentuk, aktivitas, karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan, dan perbedaan antara fenomena yang satu dengan fenomena lainnya
Penelitian deskriptif menurut Etna Widodo dan Mukhtar (2000) kebanyakan tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis tertentu, melainkan lebih pada menggambarkan apa adanya suatu gejala, variabel, atau keadaan. Namun demikian, tidak berarti semua penelitian deskriptif tidak menggunakan hipotesis. Penggunaan hipotesis dalam penelitian deskriptif bukan dimaksudkan untuk diuji melainkan bagaimana berusaha menemukan sesuatu yang berarti sebagai alternatif dalam mengatasi masalah penelitian melalui prosedur ilmiah.
Penelitian deskriptif tidak hanya terbatas pada masalah pengumpulan dan penyusunan data, tapi juga meliputi analisis dan interpretasi tentang arti data tersebut. Oleh karena itu, penelitian deskriptif mungkin saja mengambil bentuk penelitian komparatif, yaitu suatu penelitian yang membandingkan satu fenomena atau gejala dengan fenomena atau gejala lain, atau dalam bentuk studi kuantitatif dengan mengadakan klasifikasi, penilaian, menetapkan standar, dan hubungan kedudukan satu unsur dengan unsur yang lain.
Contoh permasalahan penelitian yang tergolong penelitian deskriptif seperti : “Bagaimanakah gambaran kebiaasaan membaca di kalangan mahasiswa ?”, “ Bagaimanakah gambaran jumlah putus sekolah di tingkat sekolah dasar ?”, “Bagaimanakah gambaran pelaksanaan sistem kredit semester di perguruan tinggi ?”.
  1. Ciri – ciri kritik deskriptif adalah :
  2. Memusatkan penyelidikan pada pemecahan masalah aktual atau masalah yang dihadapi pada masa sekarang.
  3. Data yang telah dikumpulkan disusun dan dijelaskan, kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analitik.
  4. Menjelaskan setiap langkah penelitian secara rinci.
  5. Menjelaskan prosedur pengumpulan datanya.
  6. Memberi alasan yang kuat mengapa peneliti menggunakan teknik tertentu dan bukan teknik lainnya.
  7. Penelitian deskriptif memiliki keunikan sebagai berikut :
  8. Penelitian deskriptif menggunakan kuesioner dan wawancara, seringkali memperoleh responden yang sangat sedikit, akibatnya bias dalam membuat kesimpulan.
  9. Penelitian deskriptif yang menggunakan observasi, kadangkala dalam pengumpulan data tidak memperoleh data yang memadai.
  10. Penelitian deskriptif juga memerlukan permasalahan yang harus diidentifikasi dan dirumuskan secara jelas, agar di lapangan peneliti tidak mengalami kesulitan dalam menjaring data yang diperlukan.
Deskriptif mencatat fakta-fakta pengalaman seseorang terhadap bangunan atau kota Lebih bertujuan pada kenyataan bahwa jika kita tahu apa yang sesungguhnya suatu kejadian dan proses kejadiannya maka kita dapat lebih memahami makna bangunan. Lebih dipahami sebagai sebuah landasan untuk memahami bangunan melalui berbagai unsur bentuk yang ditampilkannya Tidak dipandang sebagai bentuk to judge atau to interprete. Tetapi sekadar metode untuk melihat bangunan sebagaimana apa adanya dan apa yang terjadi di dalamnya. Jenis Metode Kritik Deskriptif :
  • Depictive Criticism (Gambaran Bangunan)
Depictive Criticism (Gambaran Bangunan) merupakan jenis metode dari kritik deskriptif dimana uraian yang dituangkan benar-benar penjabaran dari bentuk fisik bangunan atau kota yang dikritik. Misalnya dari bentuk massa bangunannya, ukuran bangunan, bahan atau material bangunan, warna bangunan, tekstur bangunan, dan lain sebagainya. Depictive Criticism (Gambaran Bangunan) ini dibagi lagi menjadi tiga, yaitu:
  1. Static (secara grafis)
Merupakan metode pengamatan berdasarkan fisik bangunan atau kota dilihat dari satu sudut pandang saja. Atau dapat dikatakan kondisi pengamat berada pada posisi diam.
  1. Dynamic (secara verbal)
Merupakan metode pengamatan berdasarkan fisik bangunan atau kota dilihat dari seluruh sisi bangunan. Atau dapat dikatakan kondisi pengamat berada pada posisi bergerak mengelilingi bangunan atau kota yang dikritik.
  1. Process (secara procedural)
Merupakan metode pengamatan berdasarkan fisik bangunan atau kota dilihat dari proses awal memasuki bangunan, mencapai bagian dalam bangunan, dan akhirnya proses akhir keluar bangunan.
B. Prinsip kritik deskriptif
  1. Memusatkan diri pada masalah actual, masa sekarang atau masa yang sedang terjadi.
  2. Data yang disusun kemudian di tafsirkan dan di analisis.
  3. Variable yang diteliti bisa tunggal atau lebih dari satu variable bahkan bisa juga mendeskripsikan beberapa variable.
  1. Bentuk Dari Kritik Prinsip Kritik Deskriptif
Bentuk dari kritik deskriptif bertujuan untuk menerangkan atau menggambarkan masalah penelitian yang sedang terjadi berdsarkan karakterisitk orang, tempat dan waktu.
  1. Variable Orang
Orang sebagai individu mempunyai Variable yang tak terhingga, sehingga untuk mengadakan pengamatan terhadap semua variable tersebut sangat tidak mungkin. Beberapa variable utama yang dpat digunakan sebagai indicator untuk mengidentifikasikan seseorang diantaranya adalah : umur, jenis kelamin, etnis, pendidikan, status ekonomi, dll.
  1. Bariabel Tempat
Faktor tempat atau distribusi geografi memegang peranan yang sangat penting dalam penelitian, karena dalam geografis yang berbeda akan berbeda pula pola permasalahan yang dihadapinya.
  1. Variable Waktu
Variable waktu sangan berpengaruh terhadap hasil penelitian, misalnya suatu survey yang dilakukan pada waktu dan musim yang dapat menghasilkan pola yang berbeda. Perubahan waktu yang dapat perhatian antara lain : variasi siklik, variasi musim, dan variasi random.
D. Teknik Dalam Kritik Deskriptif
Secara singkat dapat diketahui terdapat beberapa langkah-langkah dalama metode penelitian deskriptif, yakni 1) Mengidentifikasi adanya permasalahan yang signifikan untuk dipecahkan melalui metode deskriptif; 2) Membatasi dan merumuskan permasalahan secara jelas; 3) Menentukan tujuan dan manfaat penelitian; 4) melakukan studi pustaka yang berkaitan dengan permasalahan; 5) menentukan kerangka berfikir dan pertanyaan penelitian dan atau hipotesis penelitian; 6) mendesain metode penelitian yang hendak digunakan termasuk menentukan populasi, sampel, teknik sampling, instrument pengumpulan data, dan menganalisis data; 7) mengumpulkan, mengorganisasi, dan menganalisis data dengan menggunakan teknik statistik yang relevan; dan 8) membuat laporan penelitian. Untuk lebih rincinya, Nazir (1988: 73-74) mengungkapakan terdapat berbagai langkah yang sering diikuti adalah sebagai berikut:
Memilih dan merumuskan masalah yang menghendaki konsepsi ada kegunaan masalah tersebut serta dapat diselidiki dengan sumber yang ada
Menentukan tujuan dari penelitian yang akan dikerjakan. Tujuan dari penelitian harus konsisten dengan rumusan dan definisi dari masalah. Memberikan limitasi dari area atau scope atau sejauh mana penelitian deskriptif tersebut akan dilaksanakan. Termasuk di dalamnya daerah geografis di mana penelitian akan dilakukan, batasan-batasan kronologis, ukuran tentang dalam dangkal serta sebarapa utuh daerah penelitian tersebut akan dijangkau. Membuat laporan penelitian dengan cara ilmiahhttps://idtesis.com/metode-deskriptif/
Melalui penelitian deskriptif, peneliti berusaha mendeskripsikan peristiwa dan kejadian yang menjadi pusat perhatian tanpa memberikan perlakukan khusus terhadap peristiwa tersebut. Variabel yang diteliti bisa tunggal (satu variabel) bisa juga lebih dan satu variabel. Penelitian deskriptif sesuai karakteristiknya memiliki langkah-langkah tertentu dalam pelaksanaannya. Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut.
  1. Perumusan masalah
Metode penelitian manapun harus diawali dengan adanya masalah, yakni pengajuan pertanyaan-pertanyaan penelitian yang jawabannya harus dicari menggunakan data dari lapangan. Pertanyaan masalah mengandung variabel-variabel yang menjadi kajian dalam studi ini. Dalam penelitian deskriptif peneliti dapat menentukan status variabel atau mempelajari hubungan antara variabel.
  1. Menentukan jenis informasi yang diperlukan
Dalam hal ini peneliti perlu menetapkan informasi apa yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan atau masalah yang telah dirumuskan. Apakah informasi kuantitatif ataukah kualitatif. Informasi kuantitatif berkenaan dengandata atau informasi dalam bentuk bilangan/angka seperti.
  1. Menentukan prosedur pengumpulan data
Ada banyak pengertian tentang data, secara sederhana data adalah keterangan tentang sesuatu dan pengolahan data adalah proses operasi sistematis terhadap data. Selama operasi, (misal kalkulasi atau operasi logika) sedang berlangsung, data disimpan sementara dalam prosesor. Ada dua unsur penelitian yang diperlukan, yakni instrumen atau alat pengumpul data dansumber data atau sampel yakni dari mana informasi itu sebaiknya diperoleh. Dalam penelitian ada sejumlah alat pengumpul data antara 41 lain tes, wawancara, observasi, kuesioner, sosiometri. Alat-alat tersebut lazim digunakan dalam penelitian deskriptif  misalnya, untuk memperoleh informasi mengenai langkah-langkah guru mengajar, alat atau instrumen yang tepat digunakan adalah observasi atau pengamatan. Cara lain yang mungkin dipakai adalah wawancara dengan guru mengenai langkah-langkah mengajar. Agar diperoleh sampel yang jelas, permasalahan penelitian harus dirumuskan sekhusus mungkin sehingga memberikan arah yang pasti terhadap instrumen dan sumber data.
  1. Menentukan prosedur pengolahan informasi atau data
Data dan informasi yang telah diperoleh dengan instrumen yang dipilih dan sumber data atau sampel tertentu masih merupakan informasi atau data kasar. Informasi dan data tersebut perlu diolah agar dapat dijadikan bahan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Setiap penelitian tentu ada pengolahan data begitu juga dengan penelitian deskriptif yang biasanya pengolahan datanya dipergunakan dengan tujuan penelitiannnya untuk penjajagan atau pendahuluan,  tidak untuk menarik kesimpulan, hanya memberikan gambaran/ deskripsi tentang data yang ada. Proses pengolahan datanya biasanya menggunakan statistik deskriptif atau statistik inferensial. Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum. Penelitian yang dilakukan pada populasi jelas akan mengunakan statistik deskriptif dalam analisisnya, tetapi bila penelitian dilakukan pada sampel maka analisisnya dapat menggunakan statistik dekriptif maupun inferensial. Statistik deskriptif dapat digunakan bila peneliti hanya ingin mendeskripsikan data sampel dan tidak ingin membuat kesimpulan yang berlaku untuk populasi dimana sampel diambil (Sugiyono, 2010:209). Statistik inferensial adalah tehnik statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi. Statistik ini akan cocok digunakan bila sampel diambil dari populasi yang jelas, dan teknik pengambilan sample dari populasi itu dilakukan secara random (Sugiyono, 2010:209).
  1. Menarik kesimpulan penelitian
Berdasarkan hasil pengolahan data yang telah dilakukan, peneliti akan menyimpulkan hasil penelitian deskriptif dengan cara menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian dan mensintesiskan semua jawaban tersebut dalam satu kesimpulan yang merangkum permasalahan penelitian secara keseluruhan. Penelitian deskriptif pada umumnya dilakukan dengan tujuan utama, yaitu menggambarkan secara sistematis fakta dan karakteristik objek dan sobjek yang diteliti secara tepat. Sehingga kesimpulan yang dibuat juga berdasarkan tujuan yang telah dirumuskan. Dalam perkembangan akhir-akhir ini, metode penelitian deskriptif juga banyak di lakukan oleh para peneliti karena dua alasan. Pertama, dari pengamatan empiris didapat bahwa sebagian besar laporan penelitian dilakukan dalam bentuk deskriptif. Kedua, metode deskriptif sangat berguna untuk mendapatkan variasi permasalahan yang berkaitan dengan bidang pendidikan maupun tingkah laku manusia. Berhubungan dengan hal tersebut penguasaan materi tentang pengolahan data deskriptif sangat penting untuk dipelajari dan dikaji secara saksama untuk memantapkan hasil penelitian nantinya.
E. Kelebihan dan Kekurangan Kritik Deskriptif
  1. Kelebihan
  • Relatif mudah dilaksanakan
  • Tidak membutuhkan kelompok kontril atau pebanding
  • Diperoleh banyak informasi penting
  1. Kekurangan
  • Pengmatan pada satu subyek hanya satu kali sehingga tidak diketahui perubahan – perubahan yang terjadi berjalannya waktu.
  • Tidak dapat menemukan sebab dan akibat.

  KRITIK INTERPRETIF

Definisi

Karakteristik utama kritik interpretif adalah kritikus dengan metode sangat personal. Tindakannya bagaikan sebagai seorang interpreter atau pengamat tidak mengklaim satu doktrin, sistem, tipe atau ukuran sebagaimana yang terdapat pada kritik normatif. Kritik Interpretif punya kecenderungan karakteristik sebagai berikut :

–  Bentuk kritik cenderung subjektif namun tanpa ditunggangi oleh klaim doktrin, klaim objektifitas melalui pengukuran yang terevaluasi.

–  Kritikus melalui kesan yang dirasakannya terhadap sebuah bangunan diungkapkan untuk mempengaruhi pandangan orang lain bisa memandang sebagaimana yang dilihatnya.

–  Menyajikan satu perspektif baru atas satu objek atau satu cara baru memandang bangunan (biasanya perubahan cara pandang dengan “metafor” terhadap bangunan yang kita lihat)

–  Melalui rasa artistiknya disadari atau tidak kritikus mempengaruhi orang lain untuk merasakan sama sebagaimana yang ia alami ketika berhadapan dengan bangunan atau lingkungan kota.

–  Membangun karya “bayangan” yang independen melalui bangunan sebagaimana miliknya, ibarat kendaraan.

Metode Interpretif

Kritik interpretif dibagi dalam tiga metode sebagai berikut yaitu advokasi, evokasi dan impresionis.

  1. Kritik Advokasi  Kritik ini tidak diposisikan sebagai penghakiman (judgement) sebagaimana pada Normatif Criticism.-  Bentuk kritiknya lebih kepada sekadar anjuran yang mencoba bekerja dengan penjelasan lebih terperinci yang kadangkala juga banyak hal yang terlupakan

    –  Isi kritik tidak mengarahkan pada upaya yang memandang rendah orang lain

    –  Kritikus mencoba menyajikan satu arah topik yang dipandang perlu untuk kita perhatikan secara bersama tentang bangunan

    –  Kritikus membantu kita melihat manfaat yang telah dihasilkan arsitek melalui bangunannya dan berusaha menemukan pesona yang kita kira hanya sebuah objek menjemukan.

    –  Dalam hukum kritik advokasi,  kritiknya tercurah terutama pada usaha mengangkat apresiasi pengamat.

  2. Kritik Evokasi

 

K a r a k t e r i s t i k

  •   Evoke : menimbulkan, membangkitkan
  •  Ungkapan sebagai pengganti cara kita mencintai bangunan
  •  Menggugah pemahaman intelektual kita atas makna yang dikandung bangunan
  •   Membangkitkan emosi rasa kita dalam memperlakukan bangunan
  •   Kritik evokatif tidak perlu menyajikan argumentasi rasional dalam menilai bangunan
  •   Kritik evokatif tidak dilihat dalam konteks benar atau salah tetapi makna yang terungkap dan penglaman ruang yang dirasakan.

Mendorong orang lain untuk turut membangkitkan emosi yang serupa sebagaimana dirasakan kritikus

  •   Kritik evokatif disampaikan dalam bentuk : naratif dan fotografi

 

METODE KRITIK IMPRESIONIS

Metode ini cenderung selalu berubah mengikuti perkembangan jaman dimana kritik-kritik yang ada umumnya cenderung mengambil suatu hal positif dari satu bangunan dan menerapkannya pada bangunan lain sebagai salah satu cara bereksplorasi.

Kritik impresionistik dapat berbentuk :

  1. Caligramme: Paduan kata membentuk silhouette
  2. Verbal Discourse: Narasi verbal puisi atau prosa
  3. Painting : Lukisan
  4. Photo image : Imagi foto
  5. Modification of Building : Modifikasi bangunan
  6. Cartoon : Fokus pada bagian bangunan sebagai lelucon

Keuntungan :

  • Membuat imajinasi tentang bangunan menjadi lebih bermakna
  • Merangsang orang untuk melihat lebih dalam ke arah makna dan arti bangunan
  • Membuat orang untuk melihat karya seni lebih teliti
  • Mampu meyederhanakan suatu analisis objek yang tadinya terasa kompleks•
  • Membuat lingkungan lebih mudah dikenali

Kerugian :

  • Kritik seolah tidak berkait dengan arsitektur
  • Interpretasi menjadi lebih luas dan masuk dalam wilayah bidang ilmu lain
  • Pesan perbaikan dalam arsitektur tidak tampak secara langsung
  • Menghasikan satu interpretasi yang bias tentang hakikat arsitektur.

 

Sumber :

http://riyanyuski.blogspot.co.id/2016/02/kritik-arsitektur-tentang-kritik.html

http://mynickisdidit.blogspot.co.id/2014/01/metode-kritik-deskriptif-dan-impresionis.html

Data Literatur

Garden By The Bay

1024px-Supertree_Grove,_Gardens_by_the_Bay,_Singapore_-_20120712-02

Gardens by the Bay

Taman di Pesisiran) adalah sebuah taman yang mencakup 101 hektar (1.010.000 m2) tanah reklamasi [1] di pusat kota Singapura, berdekatan dengan Marina Reservoir Taman. terdiri dari tiga kebun tepi: Bay South Garden, Bay East Garden dan Bay Central taman yang terbesar dari tiga kebun adalah Bay South Garden, berdiri di 54 hektar. Gardens by the Bay merupakan bagian integral dari strategi oleh pemerintah Singapura untuk mengubah Singapura dari “Garden City” ke “Kota di Garden”. Tujuannya dinyatakan adalah untuk meningkatkan kualitas hidup dengan meningkatkan penghijauan dan flora di kota. Pertama kali diumumkan kepada publik oleh Perdana Menteri Lee Hsien Loong selama Hari Nasional Rally pada bulan Agustus 2005, Gardens by the Bay ini dimaksudkan untuk menjadi perdana menteri ruang Singapura perkotaan luar rekreasi, dan ikon nasional. Kompetisi internasional untuk desain rencana induk, yang diselenggarakan pada Januari 2006, menarik lebih dari 70 entri yang disampaikan oleh 170 perusahaan dari 24 negara Dua perusahaan -. Hibah Associates dan Gustafson Porter – akhirnya dianugerahi desain rencana induk untuk Bay South dan East Bay Gardens masing-masing. Di samping desainer memimpin Hibah Associates, tim desain Inggris untuk Bay South termasuk Wilkinson Eyre Architects (arsitek); Atelier Ten (konsultan desain lingkungan); Atelier One (insinyur struktur). Tim ini juga didukung oleh sejumlah Konsultan Singapura termasuk CPG Consultants (arsitektur, sipil dan struktur, mekanikal dan elektrikal), Meinhardt Infrastruktur (sipil dan struktural), Langdon Seah (konsultan biaya) dan PMLink (manajemen proyek). Taman telah terbukti sangat populer bagi para perencana acara, permintaan begitu tinggi sehingga taman yang membatasi jumlah kejadian tiga per minggu.      

1024px-Gardens_by_the_Bay,_Singapore_2012

Bay Central Garden @ singaporeBay Central Garden akan bertindak sebagai penghubung antara Bay South dan East Bay Gardens. Ia berdiri di 15 hektar (37 hektar) dengan 3 kilometer (1,9 mil) tepi balkon yang memungkinkan untuk jalan-jalan indah yang membentang dari pusat kota ke timur Singapura. Perkembangan lebih dari Bay Central Garden datang dalam beberapa tahun ke depan.

800px-Supertree_Grove,_Gardens_by_the_Bay,_Singapore_-_20120630-04

Bay East GardenPemandangan langit Singapura dari Bay East Garden.Bay East Garden adalah 32 hektar (79 hektar) dalam ukuran dan memiliki 2 kilometer (1,2 mil) promenade depan yang menyulam Marina Reservoir. Sebuah taman sementara dikembangkan di Bay East Garden mendukung Olimpiade 2010 Pemuda. Tahap pertama dari taman dibuka untuk umum bulan Oktober 2011, yang memungkinkan akses alternatif ke Marina Barrage.Dirancang sebagai rangkaian kebun berbentuk daun tropis yang luas, masing-masing dengan desain lansekap yang spesifik, karakter dan tema. Akan ada lima lubang air sejajar dengan arah angin yang berlaku, memaksimalkan dan memperluas garis pantai sementara memungkinkan angin dan air untuk menembus situs untuk membantu daerah dingin kegiatan di sekitar mereka. Bay East Garden akan menyediakan pengunjung dengan pandangan yang terhalang dari langit-langit kota. Perkembangan mendatang Bay East Garden akan didasarkan pada tema air.

Bay South Garden Bay South Garden dibuka untuk umum pada tanggal 29 Juni 2012. Ini adalah yang terbesar dari tiga kebun di 54 hektar (130 hektar) dan bertujuan untuk menampilkan yang terbaik hortikultura tropis dan taman kesenian.Konsep keseluruhan rencana induk yang menarik inspirasi dari anggrek karena merupakan perwakilan dari daerah tropis dan Singapura, menjadi bunga nasional negara itu, Vanda ‘Miss Joaquim’. Bunga anggrek berakar di tepi (konservatori), sedangkan daun (bentang alam), tunas (jalan, jalan dan linkways) dan akar sekunder (air, energi dan komunikasi baris) kemudian membentuk jaringan terpadu dengan mekar (tema taman dan supertrees) di persimpangan utama.

KonservatoriGardens by the Bay pada tahun 2012.Kompleks Konservatorium di Gardens by the Bay, Singapura, terdiri dari dua didinginkan konservatori – Bunga Dome (Cina: 花 穹) dan Cloud Forest (Cina: 云雾 林), terletak di sepanjang tepi Marina Reservoir. Konservatori, dirancang oleh Wilkinson Eyre Architects, dimaksudkan untuk menjadi showcase yang efisien energi teknologi bangunan yang berkelanjutan dan memberikan ruang edutainment segala cuaca dalam Gardens. Keduanya sangat besar (sekitar 1 hektar (2,5 hektar)) dan Bunga Dome adalah dunia columnless kaca terbesar.Pembangunan rumah kaca khusus dalam dua cara. Pertama-tama dengan mampu memiliki besar kaca-atap tersebut tanpa dukungan interior tambahan (seperti kolom). Kedua karena konstruksi bertujuan kuat untuk meminimalkan dampak lingkungan. Air hujan yang dikumpulkan dari permukaan dan beredar dalam sistem pendingin yang terhubung ke Supertrees. The Supertrees digunakan baik untuk melampiaskan udara panas dan dingin air beredar.

AnggaranBiaya konstruksi final untuk proyek, tidak termasuk harga tanah tetapi termasuk jalan akses, karya drainase, dan perbaikan tanah, adalah dalam mengalokasikan anggaran $ 1035000000. Biaya operasional tahunan diharapkan menjadi sekitar $ 58.000.000, dimana $ 28.000.000 adalah untuk operasi bangunan Conservatory. Proyek ini menerima 1,7 juta pengunjung antara bulan Juni dan Oktober 2012, yang memiliki tiket masuk gratis untuk sebagian besar bagian dari taman tetapi diminta untuk membeli tiket untuk memasuki konservatori.

Koneksi transportasiStasiun MRT terdekat adalah stasiun MRT Bayfront. The Gardens by the Bay stasiun MRT, dalam pembangunan, akan terbuka di 2021.

THU LE LAKE, HANOI VIETNAM

Merupakan kebun binatang yang tidak terlalu luas, di mana terdapat berbagai jenis reptil, seperti ular, buaya, dan bunglon. Ada juga singa, macan, macan tutul, monyet, beruang dan gajah. Thu Le Lake di Hanoi ini adalah bangunan bekas kedutaan Spanyol di Vietnam yang telah di pindah fungsikan.

Terdapat kuil kecil, sisa-sisa dari peradaban masa lalu, namanya đến Voi SUV.

aa

Sejak tahun 2006, pihak pemerintah memutuskan untuk menggunakan bagian dari taman untuk di bangun bangunan-bangunan komersial yang kelola oleh pihak swasta (investasi) . Sekarang di Thu Le Lake memiliki karaoke, lapangan tenis, restoran, kafe, pub, dan lain sebagainya.

Di Thu Le Lake, terdapat perahu kecil untuk menyusuri bagian danau di Thu Le Lake, yang menjadikan suasana di sini seperti di Spanyol, Park of the Buen Retiro di Madrid.

s a

St. Joseph’s Cathedral, Hanoi

493px-Catedral_de_San_José_in_Hanoi

Katedral St. Joseph (Vietnam: Nha Tho lon Ha Noi, Nha Tho Chinh Toa Thanh Giuse) adalah sebuah gereja di Nha Tho (Gereja) Street di Kiếm Kabupaten Hoàn dari Hanoi, Vietnam. Akhir abad ke-19 Gothic Revival (gaya Neo-Gothic) gereja berfungsi sebagai katedral Katolik Roma Keuskupan Agung Hanoi hampir 4 juta umat Katolik di negara itu.

Konstruksi dimulai pada tahun 1886, dengan gaya arsitektur digambarkan sebagai menyerupai Notre Dame de Paris. Gereja adalah salah satu struktur pertama yang dibangun oleh pemerintah kolonial Prancis di Indocina ketika dibuka pada bulan Desember 1886. Ini adalah gereja tertua di Hanoi.

Katedral melakukan beberapa kali massa siang hari. Minggu massa malam di 6:00 PM, banyak orang tumpah ke jalan-jalan. Himne doa disiarkan dan Katolik yang tidak mampu untuk masuk katedral berkumpul di jalan dan mendengarkan lagu-lagu pujian.

Geografi

Katedral ini terletak sebelah barat dari Danau Hoan Kiem, di sebuah kotak kecil di dalam Old Quarter. Di dekatnya, ada restoran dan blok apartemen kecil. Terletak di ujung Nha Tho (Gereja) Street dan sudut Pho Nha Chung, katedral yang juga merupakan markas dari Keuskupan Agung Vietnam memiliki kontrol atas 480 gereja dan kapel, dan 113 paroki, dan melayani 400.000 umat Katolik. Pintu gerbang utama ke Katedral dibuka selama massa dan selama sisa waktu masuk hanya melalui pintu samping di dinding senyawa Keuskupan. Dari titik ini ke Katedral adalah berjalan ke pintu samping dan kemudian membunyikan lonceng untuk masuk katedral.

Sejarah

Pada tahun 1872, Perancis di bawah Jean Dupuis ditangkap Benteng Hanoi, sebelum Francis Garnier menaklukkan seluruh kota. Satu dekade berlalu sebelum penjajah yang berada di kontrol penuh dari Hanoi karena pemberontakan pemberontak. Pembangunan katedral paling mungkin dimulai setelah waktu ini dan itu selesai pada Desember 1886, setahun sebelum federasi Indochina Perancis didirikan sebagai bagian dari kerajaan kolonial. Dibangun oleh misionaris Perancis dan Vikaris Apostolik Tonkin Paul-François puginier yang memperoleh izin dari pemerintah Perancis kemudian kolonial. Itu dibangun di lokasi Pagoda Thien Bao, sebuah kuil Buddha suci yang menjabat sebagai “pusat administrasi” Tonkin selama era kolonial pra-Perancis. Dalam rangka memfasilitasi pembangunan gereja, pagoda-yang dibangun pada saat kota ini didirikan pada masa Dinasti Ly di abad ke-11-dihancurkan. Katedral ditahbiskan pada 24 Desember 1886.

Setelah Viet Minh menguasai Vietnam Utara mengikuti Accords Jenewa pada tahun 1954, Gereja Katolik mengalami dekade penganiayaan. Imam ditangkap, dan properti gereja itu disita dan diambil alih. Katedral St. Joseph tidak luput dan ditutup sampai malam Natal 1990, ketika Misa diizinkan untuk dirayakan di sana lagi. Pada tahun 2008, protes terkait dengan simbol-simbol agama terjadi di banyak sebelah Katedral.

Arsitektur

Exterior

Dibangun dengan lempengan batu dan bata dengan menghadap beton, façade terdiri dari dua menara, persegi di bentuk, naik ke ketinggian 103 kaki (31 m) dan masing-masing tower dilengkapi dengan lima lonceng. Katedral ini dibangun dalam Gothic Revival (Neo-Gothic) gaya. Menara lonceng kembar sering ditarik perbandingan dengan yang di Notre Dame de Paris; arsitek dari St Joseph berusaha untuk meniru rekan Paris nya. Dinding luar gereja yang terbuat dari lempengan batu granit. Selama bertahun-tahun, eksterior katedral telah menjadi sangat lelah karena polusi berat.

Interior

Jendela dilengkapi dengan kaca patri tinggi dan telah menunjukkan lengkungan. Jendela kaca patri katedral yang diproduksi di Perancis sebelum diangkut ke Vietnam. Langit-langit berkubah rusuk seperti yang terlihat di Eropa abad pertengahan. Nave ini cuaca dan kudus terlihat mengkilap dan terbuat dari emas dipangkas kayu, mirip dengan Phat Diem Katedral dan memiliki Hue hiasan arsitektur kerajaan. Sebuah patung Perawan Maria disimpan di tandu sesuai dengan adat setempat, yang terlihat di sebelah kiri nave. Hal ini di ujung jalan gereja yang merupakan daerah pasar kelas atas dengan butik dan sutra

Sumber:

http://en.wikipedia.org/wiki/Gardens_by_the_Bay

http://en.vietnamitasenmadrid.com/2011/06/thu-le-de-park-hanoi.html

http://en.wikipedia.org/wiki/St._Joseph’s_Cathedral,_Hanoi

TUGAS KLA ( Kuliah Lapangan Arsitektur )

Garden By The Bay

1024px-Supertree_Grove,_Gardens_by_the_Bay,_Singapore_-_20120712-02

Gardens by the Bay

Taman di Pesisiran) adalah sebuah taman yang mencakup 101 hektar (1.010.000 m2) tanah reklamasi [1] di pusat kota Singapura, berdekatan dengan Marina Reservoir Taman. terdiri dari tiga kebun tepi: Bay South Garden, Bay East Garden dan Bay Central taman yang terbesar dari tiga kebun adalah Bay South Garden, berdiri di 54 hektar. Gardens by the Bay merupakan bagian integral dari strategi oleh pemerintah Singapura untuk mengubah Singapura dari “Garden City” ke “Kota di Garden”. Tujuannya dinyatakan adalah untuk meningkatkan kualitas hidup dengan meningkatkan penghijauan dan flora di kota. Pertama kali diumumkan kepada publik oleh Perdana Menteri Lee Hsien Loong selama Hari Nasional Rally pada bulan Agustus 2005, Gardens by the Bay ini dimaksudkan untuk menjadi perdana menteri ruang Singapura perkotaan luar rekreasi, dan ikon nasional. Kompetisi internasional untuk desain rencana induk, yang diselenggarakan pada Januari 2006, menarik lebih dari 70 entri yang disampaikan oleh 170 perusahaan dari 24 negara Dua perusahaan -. Hibah Associates dan Gustafson Porter – akhirnya dianugerahi desain rencana induk untuk Bay South dan East Bay Gardens masing-masing. Di samping desainer memimpin Hibah Associates, tim desain Inggris untuk Bay South termasuk Wilkinson Eyre Architects (arsitek); Atelier Ten (konsultan desain lingkungan); Atelier One (insinyur struktur). Tim ini juga didukung oleh sejumlah Konsultan Singapura termasuk CPG Consultants (arsitektur, sipil dan struktur, mekanikal dan elektrikal), Meinhardt Infrastruktur (sipil dan struktural), Langdon Seah (konsultan biaya) dan PMLink (manajemen proyek). Taman telah terbukti sangat populer bagi para perencana acara, permintaan begitu tinggi sehingga taman yang membatasi jumlah kejadian tiga per minggu.      

1024px-Gardens_by_the_Bay,_Singapore_2012

Bay Central Garden @ singapore

Bay Central Garden akan bertindak sebagai penghubung antara Bay South dan East Bay Gardens. Ia berdiri di 15 hektar (37 hektar) dengan 3 kilometer (1,9 mil) tepi balkon yang memungkinkan untuk jalan-jalan indah yang membentang dari pusat kota ke timur Singapura. Perkembangan lebih dari Bay Central Garden datang dalam beberapa tahun ke depan.

800px-Supertree_Grove,_Gardens_by_the_Bay,_Singapore_-_20120630-04

Bay East Garden

Pemandangan langit Singapura dari Bay East Garden.Bay East Garden adalah 32 hektar (79 hektar) dalam ukuran dan memiliki 2 kilometer (1,2 mil) promenade depan yang menyulam Marina Reservoir. Sebuah taman sementara dikembangkan di Bay East Garden mendukung Olimpiade 2010 Pemuda. Tahap pertama dari taman dibuka untuk umum bulan Oktober 2011, yang memungkinkan akses alternatif ke Marina Barrage.Dirancang sebagai rangkaian kebun berbentuk daun tropis yang luas, masing-masing dengan desain lansekap yang spesifik, karakter dan tema. Akan ada lima lubang air sejajar dengan arah angin yang berlaku, memaksimalkan dan memperluas garis pantai sementara memungkinkan angin dan air untuk menembus situs untuk membantu daerah dingin kegiatan di sekitar mereka. Bay East Garden akan menyediakan pengunjung dengan pandangan yang terhalang dari langit-langit kota. Perkembangan mendatang Bay East Garden akan didasarkan pada tema air.

Bay South Garden

Bay South Garden dibuka untuk umum pada tanggal 29 Juni 2012. Ini adalah yang terbesar dari tiga kebun di 54 hektar (130 hektar) dan bertujuan untuk menampilkan yang terbaik hortikultura tropis dan taman kesenian.Konsep keseluruhan rencana induk yang menarik inspirasi dari anggrek karena merupakan perwakilan dari daerah tropis dan Singapura, menjadi bunga nasional negara itu, Vanda ‘Miss Joaquim’. Bunga anggrek berakar di tepi (konservatori), sedangkan daun (bentang alam), tunas (jalan, jalan dan linkways) dan akar sekunder (air, energi dan komunikasi baris) kemudian membentuk jaringan terpadu dengan mekar (tema taman dan supertrees) di persimpangan utama.

Konservatori

Gardens by the Bay pada tahun 2012.Kompleks Konservatorium di Gardens by the Bay, Singapura, terdiri dari dua didinginkan konservatori – Bunga Dome (Cina: 花 穹) dan Cloud Forest (Cina: 云雾 林), terletak di sepanjang tepi Marina Reservoir. Konservatori, dirancang oleh Wilkinson Eyre Architects, dimaksudkan untuk menjadi showcase yang efisien energi teknologi bangunan yang berkelanjutan dan memberikan ruang edutainment segala cuaca dalam Gardens. Keduanya sangat besar (sekitar 1 hektar (2,5 hektar)) dan Bunga Dome adalah dunia columnless kaca terbesar.Pembangunan rumah kaca khusus dalam dua cara. Pertama-tama dengan mampu memiliki besar kaca-atap tersebut tanpa dukungan interior tambahan (seperti kolom). Kedua karena konstruksi bertujuan kuat untuk meminimalkan dampak lingkungan. Air hujan yang dikumpulkan dari permukaan dan beredar dalam sistem pendingin yang terhubung ke Supertrees. The Supertrees digunakan baik untuk melampiaskan udara panas dan dingin air beredar.

Anggaran

Biaya konstruksi final untuk proyek, tidak termasuk harga tanah tetapi termasuk jalan akses, karya drainase, dan perbaikan tanah, adalah dalam mengalokasikan anggaran $ 1035000000. Biaya operasional tahunan diharapkan menjadi sekitar $ 58.000.000, dimana $ 28.000.000 adalah untuk operasi bangunan Conservatory. Proyek ini menerima 1,7 juta pengunjung antara bulan Juni dan Oktober 2012, yang memiliki tiket masuk gratis untuk sebagian besar bagian dari taman tetapi diminta untuk membeli tiket untuk memasuki konservatori.

Koneksi transportas

iStasiun MRT terdekat adalah stasiun MRT Bayfront. The Gardens by the Bay stasiun MRT, dalam pembangunan, akan terbuka di 2021.

THU LE LAKE, HANOI VIETNAM

aa

Merupakan kebun binatang yang tidak terlalu luas, di mana terdapat berbagai jenis reptil, seperti ular, buaya, dan bunglon. Ada juga singa, macan, macan tutul, monyet, beruang dan gajah. Thu Le Lake di Hanoi ini adalah bangunan bekas kedutaan Spanyol di Vietnam yang telah di pindah fungsikan.

Terdapat kuil kecil, sisa-sisa dari peradaban masa lalu, namanya đến Voi SUV.

Sejak tahun 2006, pihak pemerintah memutuskan untuk menggunakan bagian dari taman untuk di bangun bangunan-bangunan komersial yang kelola oleh pihak swasta (investasi) . Sekarang di Thu Le Lake memiliki karaoke, lapangan tenis, restoran, kafe, pub, dan lain sebagainya.

Di Thu Le Lake, terdapat perahu kecil untuk menyusuri bagian danau di Thu Le Lake, yang menjadikan suasana di sini seperti di Spanyol, Park of the Buen Retiro di Madrid.

sa

sumber:

http://en.vietnamitasenmadrid.com/2011/06/thu-le-de-park-hanoi.html

http://en.wikipedia.org/wiki/Gardens_by_the_Bay

SURAT UNDANGAN PENAWARAN ( TENDER )

PENGERTIAN PELELANGAN DAN TENDER

Pelelangan adalah kegiatan menyediakan penyedia barang / jasa dengan cara menciptakan persaingan sehat antara penyedia barang / jasa yang setara dan memenuhi syarat berdasarkan metoda dan tata cara tertentu, serta pihak yang mematuhi peraturan dan tata asas sehingga tercipta penyedia yang baik ( KEPPRES NO. 18 TAHUN 2000 )

Tender atau lelang merupakan proses awal dari kegiatan konstruksi. Dimana tender merupakan suatu sistem kompetisi untuk mengadakan atau memilih kontraktor yang akan melaksanakan pekerjaan pembangunan, dan memilih konsultan sebagai owner didalam proyek, dengan mengajukan penawaran tertulis tentang besarnya biaya dan limit waktu yang dibutuhkan.

Metoda Pelelangan / Tender ( KEPPRES NO. 16 TAHUN 1994 )

  • Pelelangan umum
  • Pelelangan terbatas
  • Penunjukkan langsung
  • Pengadaan langsung

CONTOH SURAT UNDANGAN TENDER ATAU PELELANGAN

Reference No                    :  4376

Entity                                    :  PEMDA KABUPATEN BERAU

Contract NO.                      :  003/PANLEL-P3SD/XI/200

Closing Date/Time          :   5 DEC 05 15:00

BRIEF TENDER DESCRIPTION

PEMBANGUNAN PRASARANA PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR

TENDER DETAILS                               

PENGUMUMAN LELANG

NOMOR : 003/PANLEL-P3SD/XI/2005

Dinas Pendidikan Kabupaten Berau akan melakukan lelang umum kegiatan Pembangunan Prasarana Pendidikan Sekolah Dasar Tahun Anggaran 2005, sumber dana APBD II Kabupaten Berau, dengan Klasifikasi Bidang Arsitektur, sebagai berikut :

  1. Kegiatan : Rehab Total SDN 003 Sambaliung

Pagu Dana : Rp. 410.256.000,-

Kualifikasi : K-1

  1. Kegiatan : Rehab Total SDN 013 Tg. Redeb

Pagu Dana : Rp. 413.952.000,-

Kualifikasi : K-1

  1. Kegiatan : Rehab Total SDN 012 Gunung Tabur

Pagu Dana : Rp. 413.9526.000,-

Kualifikasi : K-1

  1. Kegiatan : Rehab Total SDN 006 Merancang Ulu

Pagu Dana : Rp. 551.936.000,-

Kualifikasi : K-1

  1. Kegiatan : Rehab Total SDN 006Ma. Bohe Sitian

Pagu Dana : Rp. 620.928.000,-

Kualifikasi : K-1

  1. Kegiatan : Rehab Total SDN 001 Pulau Derawan

Pagu Dana : Rp. 420.000.000,-

Kualifikasi : K-1

  1. Kegiatan : Rehab Sedang SDN 007 Punan Malinau

Pagu Dana : Rp. 200.000.000,-

Kualifikasi : K-2

  1. Kegiatan : Pembangunan USB SD Siduung Muara

Pagu Dana : Rp. 455.280.000,-

Kualifikasi : K-1

  1. Kegiatan : Pembangunan RKB SDN 008 Tg. Redeb

Pagu Dana : Rp. 275.968.000,-

Kualifikasi : K-2

  1. Kegiatan : Pembangunan RKB SDN 010 Tubaan

Pagu Dana : Rp. 551.936.000,-

Kualifikasi : K-1

  1. Kegiatan : Pembangunan RKB SDN 001 Tg. Redeb

Pagu Dana : Rp. 275.968.000,-

Kualifikasi : K-2

 

PENENTUAN KUALIFIKASI PESERTA DILAKUKAN DENGAN CARA PASCAKUALIFIKASI DENGAN PERSYARATAN SEBAGAI BERIKUT :

  1. Pendaftaran dilakukan oleh yang namanya tercantum dalam akte pendirian perusahaan dan perubahannya / surat kuasa.
  2. Copy asli Akte Pedirian Perusahaan dan copy asli SBU (Sertifikat Badan Usaha)
  3. Persyaratan pada butir 2 agar diperliharkan kepada panitia lelang pada saat pendaftaran pelelangan.

 

JADWAL PELELANGAN

  1. Pendaftaran Dan Pengambilan Dokumen Lelang :

Hari/Tanggal       : 15 November s/d 5 Desember 2005

Waktu                   : 09.00 wita s/d 15.00 wita (jam kerja)

Tempat                : Ruang Rapat Kantor Dinas pendidikan Kabupaten Berau Jl. Murjani 1 Telp. (0554) 21666, Tg. redeb – Berau

  1. Mengikuti Pemberian Penjelasan (Aawijzing) :

Hari/Tanggal      : Jumat, 25 November 2005

Waktu                   : 08.30 wita s/d Selesai

Tempat                : Ruang Rapat Kantor Dinas pendidikan Kabupaten Berau Jl. Murjani 1 Telp. (0554) 21666, Tg. redeb – Berau

Tanjung Redeb, 14 Nopember 2005

Ketua Panitia

Noor Dwi Suhendra

Nip. 550 012 463

Submission Details Address:

MURJANI 1 TG. REDEB, BERAU

KALIMANTAN TIMUR

INDONESIA

Phone                   : 055421666

Facsimile             : –

1. PIHAK TERKAIT

  • DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BERAU
  • KETUA PANITIA & SELURUH PENGURUS PELELANGAN
  • KONTRAKTOR
  • PERUSAHAAN ATAU PENYEDIA BARANG / JASA YANG MENGIKUTI LELANG

Surat pengumuman pelelangan diatas merupakan contoh surat pelalangan yang lengkap karena sudah mencangkup data – data :

  • Penjelasan ringkas pelelangan, serta keterangan pengajuan harga pelelangan
  • Nomor registrasi pelelangan
  • Batas dan waktu pendaftaran pelelangan
  • Pihak yang mengadakan lelang
  • Syarat yang akan diajukan
  • Jadwal pelelangan

2. UNDANG – UNDANG TERKAIT

  • KEPPRES NO. 61 Th. 2004, Tentang Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa
  • PP NO. 54 Th. 2010, Tentang Pengadaan Barang dan jasa
  • UU NO. 9 Th. 1995, Tentang Usaha Kecil
  • UU NO. 18 Th. 1999, Tentang Jasa Konstruksi
  • PP NO. 29 Th. 2000, Tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi
  • UU NO. 28 Th. 1999, Tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas KKN
  • UU NO. 18 Th. 2001 dan UU NO. 2004, Tentang Yayasan

KESIMPULAN

Dalam pengadaan pelelangan atau tender, sebuah instasi pemerintah ataupun swasta harus dapat memberikan keterangan yang jelas dalam dokumen undangan tender seperti contoh diatas, sehingga apabila terjadi masalah dapat dijadikan pedoman ditahap selanjutnya. Selain itu para peserta yang akan mengikuti pelelangan haruslah memiliki data yang lengkap dan memenuhi persyaratan, sehingga apabila proyek sudah berlangsung, dan bila terjadi masalah para pihak akan dapat mengidentifikasikan secara cepat dan efektif.

Sumber :

https://finifio.wordpress.com/2015/01/24/surat-undangan-penawaran-tender/

http://gresnews.com/berita/Tips/2122510-aspek-hukum-pelaksanaan-tender

DEFINISI HUKUM PRANATA PEMBANGUNAN DAN PENGAPLIKASIAN

Pengertian Hukum Pranata Pembangunan di Indonesia

Untuk membahas masalah hukum pranata pembangunan di Indonesia, pertama-tama kita harus mengetahui apa yang sebenarnya dimaksud dengan hukum pranata pembangunan, menurut kamus besar bahasa Indonesia
Hukum adalah [n] (1) peraturan atau adat yg secara resmi dianggap mengikat, yg dikukuhkan oleh penguasa atau pemerintah; (2) undang-undang, peraturan, dsb untuk mengatur pergaulan hidup masyarakat; (3) patokan (kaidah, ketentuan) mengenai peristiwa (alam dsb) yg tertentu; (4) keputusan (pertimbangan) yg ditetapkan oleh hakim (dl pengadilan); vonis

Sedangkan Pranata adalah interaksi antar individu/kelompok/kumpulan, pengertian individu dalam satu kelompok dan pengetian individu dalam satu perkumpulan memiliki makna yang berbeda.

Pembangunan adalah perubahan individu/kelompok dalam kerangka mewujudkan peningkatan kesejahteraan hidup.

Jadi, definisi dari Hukum Pranata Pembangunan adalah peraturan resmi yang mengikat yang mengatur tentang interaksi antar individu dalam melakukan perubahan untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan hidup.

Dalam arsitektur khususnya Hukum Pranata Pembangunan lebih memfokuskan pada peningkatan kesejahteraan hidup yang berhubungan dengan interaksi individu dengan lingkungan binaan.
Interaksi yang terjadi menghasilkan hubungan kontrak antar individu yang terkait sepertiadalah pemilik (owner), konsultan (arsitek), kontraktor (pelaksana), dan unsur pendukung lainnya dalam rangka mewujudkan ruang/bangunan untuk memenuhi kebutuhan bermukim.

Struktur Hukum Pranata di Indonesia :
1. Legislatif (MPR-DPR), pembuat produk hukum
2. Eksekutif (Presiden-pemerintahan), pelaksana perUU yg dibantu oleh Kepolisian (POLRI) selaku institusi yg berwenang melakukan penyidikan; JAKSA yg melakukan penuntutan
3. Yudikatif (MA-MK) sbglembaga penegak keadilan
Mahkamah Agung (MA) beserta Pengadilan Tinggi (PT) & Pengadilan Negeri (PN) se-Indonesia mengadili perkara yg kasuistik;
Sedangkan Mahkamah Konstitusi (MK) mengadili perkara peraturan PerUU
4. Lawyer, pihak yg mewakili klien utk berperkara di pengadilan, dsb.

PENGAPLIKASIAN

Saat ini jumlah penduduk perkotaan seluruhnya diperkirakan mencapai hampir 110 juta orang, dengan pertumbuhan tahunan sekitar 3 juta orang.

Perkembangan kota-kota yang pesat ini disebabkan oleh perpindahan penduduk dari desa ke     kota, perpindahan dari kota lain yang lebih kecil, pemekaran wilayah atau perubahan status desa menjadi kelurahan. Ruang dilihat sebagai wadah dimana keseluruhan interaksi sistem sosial (yang meliputi manusia dengan seluruh kegiatan sosial, ekonomi, dan budaya) dengan ekosistem (sumberdaya alam dan sumberdaya buatan) berlangsung. Ruang perlu ditata agar dapat memelihara keseimbangan lingkungan dan memberikan dukungan yang nyaman terhadap manusia serta mahluk hidup lainnya dalam melakukan kegiatan dan memelihara kelangsungan hidupnya secara optimal.

CONTOH SURAT KERJA DIBIDANG KONSTRUKSI

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi dijelaskan bahwa salah satu usaha untuk meningkatkan kemampuan jasa konstruksi nasional adalah pemenuhan kontrak kerja konstruksi yang dilandasi prinsip kesetaraan kedudukan antar pihak dalam hak dan kewajiban. Dengan kesetaraan di antara para pihak di dalam kontrak diharapkan dapat terwujudnya daya saing yang andal dan kemampuan untuk menyelenggarakan pekerjaan secara lebih efisien dan efektif.

SURAT KONTRAK KERJA

SKK 1

3

(Sumber: http://architectgroups.blogspot.com/2012/10/hukum-pranata-pembangunan.html

http://aryoramadhans.blogspot.com/2014/10/hukum-pranata-pembangunan-dan.html )

Pengertian Ekologi dan Prinsip – Prinsip Ekologi

Istilah Ekologi pertama kali diperkenalkan oleh Enerst Haeckel, seorang ahli biologi bangsa Jerman. Ekologi berasal dari bahasa Yunani yaitu Oikos yang berarti rumah dan logos yang berarti ilmu / telaah. Oleh karena itu ekologi berarti ilmu tentang rumah (tempat tinggal) makhluk hidup.

Arsitektur yang ekologis akan tercipta apabila dalam proses berarsitektur menggunakan pendekatan desain yang ekologis (alam sebagai basis desain). Proses pendekatan desain arsitektur yang menggabungkan alam dengan teknologi, menggunakan alam sebagai basis design, strategi konservasi, perbaikan lingkungan, dan bisa diterapkan pada semua tingkatan dan skala untuk menghasilkan suatu bentuk bangunan, lansekap, permukiman dan kota yang revolusioner dengan menerapkan teknologi dalam perancangannya. Perwujudan dari desain ekologi arsitektur adalah bangunan yang berwawasan lingkungan yang sering disebut dengan green building.

Prinsip – prinsip ekologi merupakan prinsip – prinsip yang terkandung dalam ekologi. Dan prinsip – prinsip inilah yang akan menjadi pokok dalam menanggulangi masalah lingkungan hidup.

 

Berikut prinsip-prinsip ekologi yang berpengruh terhadap arsitektur (Batel Dinur, Interweaving Architecture and Ecology – A theoritical Perspective). Adapun prinsip-prinsip ekologi tersebut antara lain :

 

A. Flutuation
Prinsip fluktuasi menyatakan bahwa bangunan didisain dan dirasakan sebagai tempat membedakan budaya dan hubungan proses alami. Bangunan seharusnya mencerminkan hubungan proses alami yang terjadi di lokasi dan lebih dari pada itu membiarkan suatu proses dianggap sebagai proses dan bukan sebagai penyajian dari proses, lebihnya lagi akan berhasil dalam menghubungkan orang-orang dengan kenyataan pada lokasi tersebut.

 

B. Stratification
Prinsip stratifikasi menyatakan bahwa organisasi bangunan seharusnya muncul keluar dari interaksi perbedaan bagian-bagian dan tingkat-tingkat. Semacam organisasi yang membiarkan kompleksitas untuk diatur secara terpadu.

 

C. Interdependence (saling ketergantungan)
Menyatakan bahwa hubungan antara bangunan dengan bagiannya adalah hubungan timbal balik. Peninjau (perancang dan pemakai) seperti halnya lokasi tidak dapat dipisahkan dari bagian bangunan, saling ketergantungan antara bangunan dan bagian-bagiannya berkelanjutan sepanjang umur bangunan.
Eko arsitektur menonjolkan arsitektur yang berkualitas tinggi meskipun kualitas di bidang arsitektur sulit diukur dan ditentukan, takada garis batas yang jelas antara arsitektur yang bermutu tinggi dan arsitektur yang biasa saja. Fenomena yang ada adalah kualitas arsitektur yang hanya memperhatikan bentuk dan konstruksi gedung dan cenderung kurang memperhatikan kualitas hidup dan keinginan pemakainya, padahal mereka adalah tokoh utama yang jelas.

 

Pada perkembangannya ekoarsitektur disebut juga dengan istilah greenarchitecture (arsitektur hijau) mengingat subyek arsitektur dan konteks lingkungannya bertujuan untuk meningkatkan kualitas dari hasil arsitektur dan lingkungannya. Dalam perspektif lebih luas, lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan global alami yang meliputi unsur bumi, udara, air, dan energi yang perlu dilestarikan. Ekoarsitektur atau arsitektur hijau ini dapat disebut juga sebagai arsitektur hemat energi yaitu salah satu tipologi arsitektur yang ber-orientasi pada konservasi lingkungan global alami.

 

Sumber : http://mustikautami.wordpress.com/2013/10/31/prinsip-prinsip-ilmu-ekologi-dalam-perancangan/

http://saranghanda-yeongwonhi.blogspot.com/2013/10/makalah-prinsip-prinsip-ilmu-ekologi.html

Pemberi Harapan Palsu

        Harapan atau asa adalah bentuk dasar dari kepercayaan akan sesuatu yang diinginkan akan didapatkan atau suatu kejadian akan bebuah kebaikan di waktu yang akan datang.Pada umumnya harapan berbentuk abstrak, tidak tampak, namun diyakini bahkan terkadang, dibatin dan dijadikan sugesti agar terwujud.Namun ada kalanya harapan tertumpu pada seseorang atau sesuatu. Pada praktiknya banyak orang mencoba menjadikan harapannya menjadi nyata dengan cara berdoa atau berusaha.

        Tapi bagaimana kalau ada orang yang ada pemberi harapan palsu? harapan palsu adalah harapan yag hanya omong kosong belaka yang memberi tempat untuk mengharap tapi tidak digubris harapan itu. bagaimana tidak sakit hati orang yang sudah terlanjur memberi harapan ternyata hanya palsu.

        Sekarang banyaklah berhati hati untuk memberi harapan ke orang lain atau kita yg menerima harapan itu, mungkin harapan itu akan dirasakan nantinya atau bahkan dilakukan. karna harapan palsu itu akan merugikan orang lain